Menu Tutup

Peduli Khoir

#PeduliKhoir#PerjuanganOrangtua#BantuWujudkanHarapan #RiauPeduli#IndonesiaPeduli

Semangat perjuangan ayahanda dan ibunda ananda khoir (13 tahun) untuk kesembuhan putera tercintanya sangat diapresiasi oleh para relawan Komunitas Peduli Generasi, bagaimana tidak tanpa bekal yang cukup kedua orangtua Khoir telah nekad berangkat dari kampung halamannya di kampung Tali Kawat RT/RW 006/002 Kel. Seberita Kec.Batang Gangsal Kab.Indra Giri Hulu Prov.Riau menuju Prov.DKI Jakarta untuk dapat memeriksakan puteranya, bahkan setiba dibandara soekarno hatta Tanggerang orangtua Khoir kehabisan ongkos dan dipertemukan dengan anggota polisi yg bertugas dibandara atas kepedulian bapak polisi kedua orangtua khoir mendapatkan bantuan untuk biaya transportasi dan dipertemukan dengan supir taksi online yg ternyata masih satu daerah dan membantunya mencari informasi yayasan sosial yg akhirnya dipertemukan dengan relawan Komunitas Peduli Generasi serta diperkenankan untuk tinggal @rumahsinggahpeduli cabang Jakarta

Saat kedua orangta khoir menceritakan perjalanan mereka hingga tiba diJakarta, membuat relawan haru, cukup panjang perjuangan mereka dan tanpa kenal letih bahkan untuk memperoleh layanan kesehatan yg baik bagi puteranya, tidak banyak permintaan dan permohonan mereka hanya berharap ada pemeriksaan lebih lanjut agar puteranya bisa dilakukan terapi dan pemeriksaan lebih lanjut salah satunya MRI agar dapay diketahui lebih lanjut terhadap sakit yg diderita puteranya akibat kecelakaan yg dialaminya

Putra bungsu dari pasangan taruna meliala & zubaidah ini mengalami kecelakaan di sekolahnya sekitar 5 tahun lalu (10/12/2012) dimana sebuah Tihang Bendera terjatuh dan menimpa kepala adik Khoir sehingga membuat cedera yg sangat serius dan sudah melakukan 2 kali operasi dirumahsakit daerah, Namun setelah itu tidak ada lagi tindak lanjut untuk proses penyembuhan khoir dari pihak sekolah yg pada waktu itu akan bertanggung jawab penuh. Berulang kali orang tua sudah memohon agar pemerintah daerah dapat membantu proses penyembuhan dan terapi bagi khoir yg akhirnya mengalami gangguan pada syaraf kepala dan kelumpuhan pada kakinya

Pada waktu itu pemerintah daerah dimana kedua orangtua khoir tinggal menjanjikan untuk tindak lanjut pengobatan khoir tapi hanya memberikan janji dan akhirnya membuat bapak Taruna beserta isteri dengan bertekad hati berjalan sendiri untuk mengobati puteranya lebih lanjut kerumah sakit Jakarta dengan harapan bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yg memadai bagi puteranya agar bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

Sudah hampir 1 bulan keluarga khoir berada diJakarta, dan selamaini khoir bersama kedua orangtuanya tinggal di @rumahsinggahpeduli yg dikelola Komunitas Peduli Generasi dan mendapat pendampingan dari relawan terutama saat pemberkasan atau kunjungan ke poli dirumah sakit RSCM, keberadaan rumah singgah peduli sangat meringankan beban hidup keluarga khoir yg sangat berkekurangan, “entah bagaimana jadinya jika kami tidak bertemu dengan relawan dan rumah singgah pasien ini ” ucap ayahanda khoir
.
Kedua orangtua khoir masih berharap pemerintah daerahnya yg sudah menjanjikan pengobatan bagi khoir dapat mewujudkan harapan mereka, karena saat ini mereka hanya berharap belas kasihan dari sesamanya terutama dari para dermawan, semoga kedua orangtua khoir tidak berputus asa dan tetap memiliki semangat untuk putera tercintanya.
.
“we care, we do, we share”

Sampaikan pesan Anda: